KULIAH ITU PENTING
Hai reader, my story bring me
back here.
Karena di postingan sebelumnya
aku sempat bahas kenapa aku memutuskan untuk kuliah setelah gap year, maka kali
ini aku akan share mengenai pandanganku tentang seberapa pentingnya kuliah.Baca di sini
Oke mulai, aku adalah mahasiswi
prodi manajemen dengan konsentrasi SDM semester 3.
Tapi sejujurnya until the end of
the day I don’t like it. Aku masih meraba raba kenapa ambil konsentrasi ini. Diantara
semua konsentrasi yang ada di kampusku, ngga ada tuh matkul yang aku benci. Tapi
emang dasar akunya yang males sih ya, jadinya kalau capek langsung skip kelas,
ngantuk sakit dikit skip kelas. Aku pikir selama aku ngga bikin masalah,
kehidupan kampusku akan normal dan baik baik aja sampai semester akhir nanti.
Seharusnya tahun ini aku ada di
semester 5, tapi karena gap year, aku harus terlambat 2 semester dan seumuran
deh sama adik kelasku yang kuliahnya tepat waktu. But that’s okay, bagiku waktu
setiap orang itu berbeda beda. Dan aku bersyukur masih diberi kesempatan
merasakan bangku perkuliahan. Di luar sana banyak loh temen temen kita yang
pingin ngerasain kuliah tapi belum bisa kewujud karena Tuhan belum kasih ijin. Entah
berapa banyak alasan yang ada, sampai mereka ngga bisa ngelanjutin pendidikan
tinggi.
Terus gimana dengan temen temen
yang ngga mau kuliah?
Bagiku itu adalah pilihan. Sama seperti
aku yang memilih untuk kuliah, mereka juga punya pilihannya sendiri entah
dengan disertai alasan atau tidak. Tidak boleh lantas kita menghakimi mereka
yang tidak melanjutkan kuliah dengan kata kata “tidak melek pendidikan”, “tidak
mau maju”, dsb. Jangan salah, Menteri KKP terdahulu Ibu Susi Pudjiastuti tidak
kuliah, tapi beliau bisa menjabat sebagai menteri kan. Ini hanya faktor luck
dan nasib. Sekali lagi, Tuhan adalah sebaik baik sutradara. Ada yang kuliah
sampai gelar tertinggi tapi pekerjaannya karyawan, ada yang tidak lulus sekolah
tapi bisa jadi bos. Semuanya bisa karena memang Tuhan adalah pengatur bagaimana
umat ciptaan-Nya.
Gimana kaum kuliah melihat kaum tidak
kuliah?
Harusnya biasa saja, secara
teoritis, kaum yang kuliah memang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi.
Tapi untuk bisa bergaul di lingkungan masyarakat, strata pendidikan bukan lagi
faktor penentu kesuksesan seseorang dalam membawa diri. Bisa jadi, karena tamak
merasa diri sudah bergelar tinggi, lantas merutuki setiap hal salah di
lingkungannya. Padahal dia sendiri tidak memberikan solusi. Itu artinya ilmu
yang dia miliki tidak berguna di kehidupan lingkungannya. Seharusnya dia malu dan
merasa beban karena membawa gelar itu di manapun dalam kehidupan sehari hari.
Bukan berarti temanmu tidak
kuliah dan kamu kuliah, nasibmu lebih baik dari dia. Atau otakmu lebih cemerlang
dari dia. Atau juga kantongmu lebih tebal dari dia. Tidak seperti itu kawan,
ini hal yang berbeda. Ketika kamu sudah terjun ke dunia yang sesungguhnya, kamu
akan melihat perbedaan jelas bagaimana cara setiap individu berkomunikasi,
menyampaikan gagasan, bersosialisasi, bernegosiasi, memberikan solusi, dsb. Dan
itu bisa memperlihatkan dengan jelas tingkat pendidikan seseorang. Itulah kemudian
mengapa muncul istilah “berkawanlah dengan orang berilmu, maka kau akan
merasakan ikut berilmu”. Karena memang pada kenyataannya, jika dilihat dari
indivual dan tanpa mencampur-adukkan, lulusan SD, SMP, SMA, atau PT cara
berpikirnya jelas berbeda. Selain cara berpikir juga cara berkomunikasi, cara
bergaul, hingga cara memutuskan sesuatu mereka jelas berbeda. Mengapa jaman
sekarang terasa tidak ada batas? Terlihat semua sama saja, bahkan cenderung lulusan
PT bisa kalah dengan yang dibawahnya?
Jawabannya, jelas karena pengalaman
dan lingkungan.
Ini sekaligus membuka lebar mata
temen temen yang masih meremehkan lulusan SMA/K kebawah. Justru sebenarnya kesempatan belajar
secara praktik, temen temen dengan lulusan SMA/K kebawah lebih berpengalaman. Mereka
juga lebih memiliki pengalaman bertemu orang orang hebat lebih cepat dibanding kaum
yang masih mengenyam bangku perkuliahan. Sekali lagi, jika anda merendahkan dan
menganggap enteng temen temen yang tidak kuliah, jelas itu salah besar guys.
Sekarang untuk temen temen yang
kuliah. Tujuan kalian apa sih?
Ada yang karena terpaksa, ngga
mau kerja tapi bingung mau ngapain di rumah. Ada yang disuruh orang tua, ada
yang memang tertarik dengan ilmu teoritis, ada yang ikut ikutan temen, gengsi dengan
para tetangga yang tinggi dan masih banyak lagi. Intinya, ada seribu alasan
tidak kuliah, ada pula seribu alasan untuk kuliah. Tidak salah kok, selama
tujuan itu masih wajar dan bisa diterima logika.
Hah? Maksudnya?
Gini, alasan yang tidak bisa diterima
logika adalah.. Supaya dapat tempat tinggi dihati para tetangga (atau bahkan
dinyinyirin). Supaya bisa kaya. Supaya bisa membangun perusahaan. Supaya bisa
kerja di tempat enak. Supaya dapat gaji tinggi. Supaya ngga dipandang rendah
sama pasangan atau keluarganya. Dan supaya supaya yang lain...
Umm, gini.kuliah itu tidak bikin kamu
pintar, tidak bikin kamu kaya, tidak bikin kamu terhormat, tidak bikin kamu
terpelajar, tidak bikin kamu diterima kerja enak, tidak bikin kamu digaji tinggi,
kalau tidak dipandang rendah oleh pasangan sih kurang tau ya, karena itu
optional dan tiap orang berbeda cara pandangnya (as I told you above).
Jadi kalau kalian memilih kuliah
karena biar dapat kerja enak, itu salah. Biar digaji tinggi, salah juga. Biar
dicap sebagai manusia terhormat, engga juga. Sebenarnya tujuan tujuan seperti
itu ngga dibenarkan, tapi karena society kita sudah kadung memberi label yang ‘tinggi’
dan ‘mahal’ kepada mereka lulusan PT, jelas kita ngga bisa langsung melawan
paradigma tersebut. Yang bisa kita lakuin hanya konsisten dengan tujuan baik
dari mengenyam pendidikan. Bahkan untuk wanita yang pendidikannya terlalu
tinggi juga dicap ‘tinggi’ sehingga mereka dianggap sulit didekati loh. Itulah kenapa
society memberi pengaruh besar kepada anak muda mengenai alasan kuliah. Agak sedih
disitunya sih ya...
Aku sendiri kenapa kuliah? Padahal
udah kerja enak dan kalau “dilihat” gaya hidupnya juga tinggi.
Hey dude, aku sudah dari kecil
memang diwanti wanti sama mama untuk kuliah. Beliau bilang kalau ngga bisa
mewariskan harta, yang bisa diwariskan ke anak anaknya adalah ilmu biar anak
anaknya cari harta dari ilmunya itu. Pun juga dari kecil aku sudah dipesenin
untuk tidak menikah sebelum punya rumah, sebelum bisa bikin bangga orang tua,
sebelum bisa menyenangkan diri sendiri, dan cita citanya mama dulu pingin lihat
aku kerja di bank. I still remember it. But I can’t. Aku ngga bisa memenuhi
keinginannya yang aku sebut dibagian akhir itu. Aku punya impianku sendiri, dan
denger cerita dari orang atau kenalan yang pernah/kerja di bank, kerja di sana
itu ga seenak kelihatannya.. huhu..
That’s why aku berani bermimpi
untuk kuliah, meskipun sampai lulus SMK aku belum dikasih ijin Tuhan Allahku
untuk kuliah, aku ngga pernah mengubur impianku itu. Bagiku kuliah adalah
tempat aku mempelajari ilmu yang ngga dipelajari orang awam. Aku memang pingin
kenalan dengan ilmu secara teoritis setelah 3 tahun aku dikasih makan ilmu praktik
terus. Tujuanku kuliah bukan supaya aku dapat kerja enak atau gaji tinggi ya. Bagiku,
kalau setelah lulus masih jadi karyawan ya buat apa kuliah? Kalau setelah lulus
masih digaji sama orang ya buat apa kuliah?
Tujuanku kuliah bukan untuk
materi, tapi untuk ilmu. Supaya aku menjadi ahli dalam ilmu yang aku pelajari,
as simple as that. Beda dengan pintar loh ya, setelah merasakan dunia yang
sesungguhnya, aku ngga lagi menggunakan istilah pintar untuk mendeskripsikan
sesuatu yang waw. Bagiku, pintar itu biasa aja. Nantinya juga aku ngga mau jadi
karyawan meskipun di perusahaan besar, aku juga mau berkembang sampai akhirnya
mencapai financial freedom yang kalau beli apa apa ngga perlu lihat harganya. Hanya
saja, kadang untuk memberitahu society apa tujuanku kuliah, terasa susah. Akhirnya
aku cuma bisa bilang “biar dapet gelar” padahal tujuanku ngga sedangkal itu,
percayalah.
Aku sangat menghargai setiap hari
aku kuliah karena di dalamnya ada perjuanganku menahan diri dari membeli barang
perintilan cewe, menahan diri dari gaya hidup hedonisme, menghargai abang grab
yang tiap hari anterin aku ke kampus, menghargai perusahaan yang ternyata sangat
mendukungku kuliah (diantara 9 karyawan, ada 2 yang masih proses S1),
menghargai hasil kerja keras orang yang membantu aku dari nol, dan aku ngga
akan berhenti bikin orang tua bangga atas semua pencapaianku. Kalau orang tuaku
lihat aku dengan bangga, aku seneng gak? Kalau orang tua merasa bersyukur punya
anak yang berhasil, siapa sih yang ngga ikutan seneng? Gampangnya kaya gitu
aja..
So, in the end of the topic
today...
Kuliah itu penting bagi kamu yang
membutuhkan ilmu dan segala tetek bengeknya, kuliah itu penting kalau kamu
membutuhkan sistem untuk mendisiplinkan dirimu, kuliah itu penting untuk
mengasah skill yang kamu punya sebelum akhirnya terjun ke dunia lapangan. Harapannya
apa sih, supaya ketika kamu terjun ke dunia lapangan kamu sudah siap dengan
ilmu ilmu yang kamu punya.
Dan kuliah itu jadi tidak penting
kalau kamu..
Pingin dapat kerja enak. Pingin digaji
tinggi. Pingin dapat pengakuan dunia. Pingin yang lain lain sejenisnya. Karena apa?
Karena sayang duit SPP nya guys, duit UKT, duit gedung, dan duit duit yang
lain. Semoga postingan kali ini bisa membuka pandangan kalian makin lebar lagi
mengenai pendidikan dan kolerasinya dengan kehidupan ya!!
Seeyou guys.
Komentar
Posting Komentar