Rasanya Terjebak Dalam Friendzone Itu...
Rasanya terjebak dalam friendzone itu...
Kejadiannya udah lama sih, tapi gue baru menyadari itu baru-baru ini. Mungkin sekitar dua minggu yang lalu. Ketika kami bersama (entah duduk berdekatan atau saling melempar canda) pasti yang kami lakukan adalah bersenda gurau. Saling melempar lelucon aneh, lelucon garing, lelucon bodoh, bahkan lelucon bermutu pun kami luapkan bersama.
See, sekian dan sampai jumpa dimoment galau Aul selanjutnya .. zZzzZZzzzzzzZZZz..
Kejadiannya udah lama sih, tapi gue baru menyadari itu baru-baru ini. Mungkin sekitar dua minggu yang lalu. Ketika kami bersama (entah duduk berdekatan atau saling melempar canda) pasti yang kami lakukan adalah bersenda gurau. Saling melempar lelucon aneh, lelucon garing, lelucon bodoh, bahkan lelucon bermutu pun kami luapkan bersama.
Ada beberapa hal
yang membuat gue merasa nyaman ketika berada di dekat dia. Yang pertama
suaranya. Suaranya yang ngga terlalu garang untuk ukuran cowo itu yang bikin
gue kangen sama dia ketika kami duduk berjauhan. Kedua, tatapan matanya.
Tatapan matanya ketika melihat ke arah gue selalu damai. Yang ketiga, hatinya.
Dia selalu tulus dan rela untuk gue bully dan gue suruh ini itu. Sebenernya
ngga ada tujuan sih, gue lakuin itu. Tapi, gue pasti akan selalu ngebully orang
yang gue suka sebagai tanda kalau gue suka sama dia.
Tapi 11 hari yang
lalu, tepatnya tanggal 12 Agustus 2014, diulang tahun gue yang ke-15. Dia
berbeda. Yang biasanya kami pasti punya waktu 3 detik untuk bisa saling menatap
satu sama lain, kemarin dia jelas acuh. Oh jadi seperti ini, euphorianya punya
perasaan suka sama teman main di kelas?
Sekarang tanggal
23 Agustus 2014, udah 11 hari pula kami ngga nyomplak bareng. Jujur bukan ini
yang gue harapkan. Kalau boleh, gue bakal pilih tetep bisa nyomplak bareng dia
sekaligus hubungan ini lebih dari temen. Tapi, gue rasa kemungkinan itu ngga
akan terjadi.
Seumpama gue
disuruh memilih untuk sahabatan sama dia atau naik level status hubungan, gue
memilih untuk sahabatan aja. Karena sahabat ngga ada kata putus, makanya dengan
sahabat kami tetep deket.
Tapi kembali lagi
ke dianya. Yang gue lihat justru saat ini dia menjauh dari gue. Yang biasanya
pasti kami saling tatap, sekarang pasti natapnya sembunyi-sembunyi, ngegodain atau
ngebully pun ngga se-frontal dulu. Sekarang mungkin dibumbui sedikit kode biar
lebih manis dan lebih kalem (serta lumayan banyak rasa nyesek).
Ah yang gue
rasakan beda-beda sih tiap hari. Kemarin seneng, hari ini galau, besok bahagia,
begitu seterusnya sampai hari ini. Sejujurnya gue kangen ketika dia godain gue
di kelas, ketika gue ngebully dia terus-terusan, ketika kami saling tatap lalu
ketawa bareng padahal ngga ada yang lucu.
Entahlah, yang gue inginkan
sekarang cuma 1, kami bisa kembali nyomplak barengan. Meskipun status masih
tetep temenan, no problem. Gue akan berbesar hati asalkan itu tadi, kami tetep
punya good communication dalam bentuk apapun itu.
Well, gue ngetik
postingan ini ketika lagi galau. Jadi, jangan heran kalau isinya adalah hal-hal
absurd yang menjurus ke lingkaran kegalauan -..-
Nah, yang penasaran sama kata lanjutan judul gue diatas, gue jawab dibagian ini.
Rasanya Terjebak Dalam Friendzone Itu PAHIT!
Rasanya Terjebak Dalam Friendzone Itu PAHIT!
See, sekian dan sampai jumpa dimoment galau Aul selanjutnya .. zZzzZZzzzzzzZZZz..
Komentar
Posting Komentar