6 Tips Mencegah Galau Berkuasa



Ini adalah postingan pertamaku di tahun 2014. Ngga banyak kegiatan yang aku lakukan dimalam tahun baru kemarin, jadinya sekarang ngga terlalu lelah. Di tahun baru ini, aku punya beberapa resolusi. Hm, apa aja ya?
1. Ujian praktek lulus dengan poin yang tinggi
2. Ujian sekolah masuk peringkat paralel, hm, 50 besar lah~
3. UN lulus dengan nilai rata-rata minimal 8,2
4. Masuk SMKN 4 Malang
5. Dibolehin beli laptop lagi
6. Dibolehin naik motor ke sekolah
7. Bisa menahan diri untuk pacaran dan lapang dada ketika liat orang pacaran *oke ini abaikan*
                Kalo dilihat ulang, ini berasa resolusi tentang pendidikan? Iya, emang tentang pendidikan! Tahun 2014 menurutku adalah tahun pendidikan. Tahun dimana hal yang diprioritaskan adalah pendidikan, maksudnya, engga ada waktu lagi untuk mikirin lawan jenis, hang out berlebihan, seneng-seneng berlebihan, dan sebagainya. Eh tapi, belajar ngga cuma dari buku. Contohnya, belajar dari curhatan temen, dari peristiwa sekitar, atau bisa juga belajar tentang blog^^ Iya, kan? Iya deh. Hehe..
                Tapi yang mau aku bahas bukan pendidikan, tapi masih tentang 2013 yang penuh, hmm, kegalauan. Kalo ditahun 2013, isinya galau mikirin lawan jenis, stop deh. Galau diputusin, galau karena ditolak, ataupun galau karena nyesel udah nolak *eh*. Nah sekarang, 2014, ngga jaman tuh yang namanya galau. Emang sih, ada beberapa galau yang beralasan. Misalnya galau karena nilai TO jelek, galau karena nilai UAS anjlok, atau galau karena belum bisa bahagiain orang tua. Iya, galau karena ini emang boleh, tapi masa iya cuma galau? Ngga ada niatan untuk bangkit dong?! Galau yang baik tuh galau yang ngga berlarut-larut dan berhenti dengan cara “mencoba memperbaiki”…
                Tunggu, galau itu apa sih? Kenapa galau bisa ada di dunia ini? Apa fungsi galau? Apa galau itu kebutuhan seperti halnya makan, tempat tinggal, rumah dan pendidikan? Di bagian ini, akan saya bahas tentang galau, walaupun ngga detail banget. Jadi, galau adalah istilah yang ngetrend dijaman 2000-an tengah tengah (?). Galau sebenernya sudah muncul sejak Adam ada. Nah Adam ini galau karena dia ngga punya temen di surga. Bukan begitu? Tapi, kalo jamannya Adam bukan galau namanya. Entah apa namanya saya gatau karena belum tanya atau lebih tepatnya emang ngga tau. Sekarang fungsi galau, galau menurut saya ngga ada fungsinya, baik yang beralasan maupun tidak. Sumpah, ngga ada fungsinya! Galau bagi manusia normal bukan kebutuhan, tetapi suatu keadaan yang dicapai secara tidak sengaja karena suatu kondisi lingkungan yang kurang bersahabat (menurut dia). Udah jelas tentang galau? Maaf, kenapa tidak dijelaskan secara detail? Karena saya bukan menjelaskan tentang asal-usul, fungsi ataupun pengertian galau :p
                Jujur, agak menyesal dan kecewa sama pencipta kata “galau”. Kenapa galau harus ada di dunia ini? Kenapa? Kenapaaa? Hah!! *hening*. Orang ngga akan tau pukul berapa sekarang kalau ngga ada benda yang namanya jam. Sama, galau juga gitu. Orang ngga akan bilang “gue galau”, atau “maaf, saya sedang galau” kalau saja mereka ngga kenal sama galau. Galau benar-benar bisa merubah segalanya, termasuk mood seseorang -__-. Saya heran, apakah demam galau sejajar dengan demam K-POP di Indonesia?! Entahlah -_-
                Kalau udah ngomongin galau, kurang lengkap rasanya kalau ngga ngebahas solusi ketika galau. Nah, pada kondisi ini, setiap individu memiliki cara sendiri bagaimana solusi yang (menurut mereka) tepat ketika galau. Itu terserah anda, kalau saya, hm, ini yang saya lakukan ketika saya ingin berhenti galau. Pingin tau tipsnya? Bener? Ok, baca sampe bawah ya^^

Ada beberapa cara mengatasi galau, lakukan step by step^^
1. Kalau kamu galau karena putus dari pacar, nilai kurang memuaskan, hal yang kamu lakukan adalah menulis. Ingat ya, menulis ngga cuma di buku, kertas, tapi bisa juga di note hp, laptop, dan lain-lain. Kalau udah selesai nulis dikertas, bakar kertas itu! Atau kalau sudah selesai ngetik dinote hp/MS.Word, delete filenya! Pasti kamu akan lega. Dengan catatan, TULIS SEMUA. Jangan ada yang disembunyikan. Kalau tidak, mana bisa lega?
2. Dengarkan musik yang menghentak. Sebisa mungkin kamu masuk ke dalam cerita dalam lagu tersebut. Sekeras dan sekencang apapun volume lagu, tak apa, asal bikin kamu masuk ke dalam cerita lagu.
3. Cari kesibukan. Menyapu, memotong rumput (yang punya rumput), beres-beres kamar (asal ngga nostalgia aja kalo nemu barang dari mantan), bantu mama papa, dan lain-lain. Ingat, kesibukan itu bisa bikin kamu lupa sama galaumu.
4. Curhat.  Kalau kamu deket sama mama, curhat aja sama beliau. Nasehatnya itu bikin tenang loh, asalkan, keluarin semua. Jangan setengah setengah. Kamu ngga mau kan, mama nanggapin & ngasih nasehatnya setengah setengah juga?
5. Cara yang cukup ampuh, NANGIS. Iya, nangis, ngga percaya? Orang itu ada tulisan capslocknya -_-“ eh tapi susah sih, menurut orang yang gabisa nangis, tapi nangis senangis-nangisnya bikin hati kita plong. Ingat, nangisnya di dalem kamar/ditempat dimana orang lain ngga bisa lihat kamu dalam keadaan itu.
6. Ada lagi, cara terakhir tapi bukan yang paling akhir. Nah bagi yang muslim, coba deh, interaksi sama Allah SWT. Ini bahkan cara yang 1000000 kali lebih PLONG daripada 5 cara sebelumnya. Interaksi bisa macem-macem, misalnya, ambil wudhu terus sholat, baca aal-qur’an, baca surta-surat pendek, dan lain-lain. Keluarkan semua keluh kesahmu ke Tuhan. Kenapa? Karena meskipun ada yang kamu tutup-tutupi, tetep aja Tuhan akan tau. Bener kan?
Ke enam cara ini udah aku praktekkan, dan Alhamdulillah berhasil semua. Syaratnya berhenti galau tuh, kamu mesti punya niat untuk berhenti hidup galau. Yang kedua konsisten sama niat, ngga plin-plan, dan terus berdoa (berdoa sama Allah, jangan sama setan :v). Hehe, becanda doang kok. Tips itu digunakan bukan untuk menghindari galau, tapi untuk mencegah galau menguasai diri kita. Inget ya, 2014 musti beda dari 2013. Semakin tua harusnya kita jadi manusia yang lebih baik. Setuju kan?
Be better please~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YANG HILANG ITU TIDAK BENAR BENAR HILANG

Cerita Pendek Pengalaman Pribadi

UNDEFINED TITLE