Aku Bingung Sama ...
Oi oi, gue datang membawa seember cinta, setandon kasih sayang, sekaleng kebahagiaan, dan segayung kerinduan (Halaah -_-).Woiye, gue mau share something special yang masih mengganjal dihati ini semisal gue kaga share cepet-cepet. Kenapa? Karena gue takut keburu lupa. Eh engga ding, hm, kenapa ya? Ya supaya .. gini deh, dibaca dulu aja sampe ke bawah biar ngerti. Ok, daripada banyak congcing, nih, cekidotzzzZzz..
Wait, pejet tombol dibawah aja biar kebaca semua^^
Gue bingung, entah kenapa banyak banget orang-orang yang gue temui di lapangan dalam keadaan yang memprihatinkan (sok lah -_-"). Banyak saudara gue yang waktu gue temui nyatanya udah nikah (:o). Ngga tanggung-tanggung, diusia sekolahnya justru mereka musti jadi milik orang. Sepupu gue misalnya, benar emang, usianya sudah mencukupi untuk menikah. Tapi gimana sama calon istrinya? Gue rasa perbedaannya hampir 10 tahun! Si sepupu gue, umurnya 25 tahun. Nah si perempuannya baru umur 15 tahun!
Gue bingung, entah kenapa banyak banget orang-orang yang gue temui di lapangan dalam keadaan yang memprihatinkan (sok lah -_-"). Banyak saudara gue yang waktu gue temui nyatanya udah nikah (:o). Ngga tanggung-tanggung, diusia sekolahnya justru mereka musti jadi milik orang. Sepupu gue misalnya, benar emang, usianya sudah mencukupi untuk menikah. Tapi gimana sama calon istrinya? Gue rasa perbedaannya hampir 10 tahun! Si sepupu gue, umurnya 25 tahun. Nah si perempuannya baru umur 15 tahun!
Ngga cuma sepupu yang dekat dengan rumah gue aja! Di daerah lain juga ada, bahkan
ada sekitar 3 orang terdekat yang.. (maaf) hamil di luar nikah. Gue nyesal dengar
itu semua dari buyut putri gue. Tapi gimanapun juga, gue musti bersyukur mereka ga membunuh titipan untuk mereka.
Waktu libur panjang kenaikan kelas, gue liburan ke rumah saudara gue tetapi masih satu provinsi. Suku yang mereka
diami adalah suku Madura, otomatis gue tidak mengerti apa yang mereka
bicarain. Tersiksa juga sebenarnya, tapi untungnya ada 1 orang yang rela nerjemahin
bahasa mereka ke bahasa Indonesia, jadinya gue ga bosen waktu dengerin mereka ngobrol. Nah, belakangan gue ketahui ada 2
fakta yang belum bisa aku terima!
Pertama, di sana tidak ada SMA! Aku
sangsi ngedengarnya. Teru gimana dengan sekolah anak-anak di sana, sedangkan
anak-anak kampung itu banyak banget jumlahnya! Lebih banyak dari jumlah manusia
dewasa.
Ke dua, ada 1 pasangan menikah
(yang mungkin ngga cuma 1, tetapi gue cuma nemu 1) yang usianya muda banget. Menikah di usia 17 dan 18 tahun! Gue terkejut bukan main. Awal gue datang, gue memang ketemu dia, gue ga ngelihat tanda-tanda bahwa ia
sudah menikah, sumpah! Tapi emang terlihat wajahnya ngga cocok buat jadi anak gadis pada
umumnya, gara gara.. dandanannya yang menor macem ibu-ibu PKK. Tapi, begitu ngelihat dia dijemput suaminya, gue bener-bener ga nyangka! Kenapa gue ga nyangka? Karena dia awalnya udah bilang kalo umurnya 18 daaaan bahkan tingginya aja lebih rendah dibanding gue yang saat itu masih 14 tahun kurang. Gue ngga bisa memaklumi walaupun emang
kebanyakan menikah muda udah mendarah daging di desa tersebut. Tapi gue berfikir, gimana Indonesia
20 tahun ke depan kalo banyak anak muda yang nggak benar-benar menikmati masa
mudanya dengan bermain hanya untuk menikah? Apakah mungkin, 20 tahun ke depan
Indonesia naik peringkat menjadi urutan 3 atau bahkan 2 terbesar dengan penduduk terbanyak di
dunia? (gue ngga sebut 1 karena gue tau, China populasinya lebih WOW dibanding Indonesia-_-")
Apa mungkin kita semua bakal terus
menutup mata, mulut dan telinga dengan itu semua? Gue ga yakin dengan itu
semua. Hanya 1 yang gue harapkan, pemerintah melaksanakan kembali transmigrasi
dan mempertegas pelaksanaan program keluarga berencana sehingga Indonesia tidak
terus bermasalah dengan masalah kependudukan yang semakin membeludak ini. Atau bahkan dengan cara-cara baru semisal dengan menghukum pancung dan hukum mati mereka semua yang korupsi biar ngga menodai negara? Halah -_-
Komentar
Posting Komentar